Pramoedya Ananta Toer. Telah lama saya mendengar nama besarnya, tapi baru kali ini saya membaca karyanya. Arok Dedes, buku pertama karyanya yang saya baca dan membuat saya terpesona. Ah, kemana saja saya selama ini.
Membaca Arok Dedes saya seolah sedang belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan. Saya dibawa ke masa Kerajaan Kediri ketika Raja Kretanegara memimpin. Ketika ketidakadilan berkuasa di tanah Jawa ini. Ketika pengaruh perbedaan kasta antara sudra, satria, dan brahmana adalah hal yang sangat diperhatikan. Ketika perbudakan diakui dan diterima.
Arok Dedes menceritakan semua itu. Penggambaran tokoh yang benar-benar mengagumkan. Dedes, Pramesywari Tumapel yang digambarkan sebagai Dewi Kebijaksanaan. Arok, seorang sudra, berlaku satria, dan berhati brahmana yang mendapatkan hati dan kepercayaan dari rakyatnya.
Sungguh. Saya benar-benar dibawa pada masa itu. Kudeta politik yang dilakukan dan diceritakan dengan sangat halus dan mempesona.
